![]() |
| Logo Utama BarberGO! |
*Peserta 1000Startup Digital Kemetrian Informasi dan Komunikasi
/1/
Pengantar:
Semakin
modern, orang semakin mengerti akan pentingnya fashion. Hal ini
dibuktikan dengan keberhasilan dari industri ini dalam beberapa tahun belakang
ini, dari mulai hijab sampai sepatu.
Rambut
adalah bagian penting dari fashion. Bagi para lelaki, rambut adalah
identitas—terutama untuk menarik perhatian lawan jenis. Oleh karena itu, mereka
tak sembarangan untuk memilih barbershop yang mereka pilih untuk memutuskan
mencukur rambut.
Juga
bagi wanita—meski bukan sebagai identitas utama, karena bagi Muslimah rambut
menjadi bagian dari aurat—bukan berarti permasalan rambut adalah permasalahan
sepele. Oleh karenanya, berjarmur pula produk shampo perawatan rambut. Maka dari itu, rambut tidak terawat akan membuat
tidak nyaman dan percaya dirinya berkurang.
Pada
kali ini, ada dua segmen yang harus kami garap: pertama, barberman:
tukang cukur. Kedua: customer.
/2/
Permasalahan
Pada Barbershop dan Barberman
Barbershop
pada dasarnya cukup banyak hadir di kalangan masyarkat. Meski begitu, rupanya
profesi barber tidak semuanya memiliki profesionalitas. Bahkan, pewarisan
skill-nya seolah dimiliki oleh ras tertentu: Madura.
Terkadang,
mereka tidak mampu update untuk gaya-gaya tertentu. Mereka perlu
pelatihan serta mentoring secara rutin untuk meningkatkan profesionalitas.
Kami
secara pribadi aktif di grup facebook tentang “Pangkas Rambut”. Para
member grup disana cukup aktif untuk saling berbagi pengalaman hasil pangkasan
mereka. Setiap member biasanya memberikan foto sekaligus caption bahwa
hasil dari cukuran mereka pada hari itu.
![]() |
| Grup Barbershop yang menjamur di media sosial facebook. Diambil Screenshot, pada 23/11/16 pukul 11.00 WIB |
![]() |
| Grup Barbershop yang menjamur di media sosial facebook. Diambil Screenshot, pada 23/11/16 pukul 11.00 WIB |
![]() |
| Grup Barbershop yang menjamur di media sosial facebook. Diambil Screenshot, pada 23/11/16 pukul 11.00 WIB |
![]() |
| Grup Barbershop yang menjamur di media sosial facebook. Diambil Screenshot, pada 23/11/16 pukul 11.00 WIB |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
![]() |
| Para member aktif untuk sharing tentang hasil potongan rambut mereka. Diambil Screenshot pada 23/11/2016 pukul 11.00 |
Nah,
bagi saya ini menjadi peluang yang sangat bagus. Bagaimana seandainya hal ini
diselesaikan melalui perantara teknologi. Mereka bisa mengupload portofolio
cukuran karya mereka sehingga meninggikan public trust. Pelanggan
(costumer) akan semakin loyal terhadap mereka.
Mereka
juga bisa dilatih soal spesifikasi-profesionalitas. Artinya untuk model rambut ala
David Bechkam atau Cristiano Ronaldo mereka ahlinya. Atau moder curly, kribo,
dan sebagainya.
Atau
spesifikasi berdasarkan segmen pasar: wanita dan anak-anak. Dalam pengamatan
saya, segmen ini masih belum banyak digarap oleh para barberman.
/3/
Permasalahan
Pada Costumer
Kemudian,
semakin hari, orang semakin meminimalisir untuk bermobilisasi terlalu jauh.
Meski tidak tepat pula disebut sebagai budaya instan, namun kemudahan yang
ditawarkan oleh teknologi memang memanjakan. Oleh karena itu, pilihan untuk
menghadirkan barber yang bersifat online kiranya akan memberi peluang bagus.
Kemudian,
para calon costumer tidak semuanya memiliki imajinasi tentang hairstyle apa
yang akan dibentuk pada rambut mereka. Sepenuhnya, mereka percayakan kepada
barberman. Bahkan terkadang dengan bahasa-bahasa klise: “Rapihin pinggir aja
bang” “Tipis pinggir” “Mohawk gaya sekarang” dan masih banyak lainnya.
![]() |
| Pilihan gaya yang bisa dipilih oleh costumer jika memilih secara online. Disertai barbermen yang ahli di gaya rambut tersebut |
Nah,
bayangkan jika customer tersebut terlebih dahulu memiliki referensi hairstyle
juga barberman yang cukup authority dalam gaya tersebut—berdasarkan
portofolio yang ada di aplikasi teknologi. Mereka bisa memilih hairstyle
dan barberman-nya. Mereka akan langsung tertarik untuk memakai jasa
mereka. Ya, Semua masalah ini akan terselesaikan dengan teknologi.
Kemudian,
jika kita melihat dari segmen pasar. Khusus untuk segmen pasar, anak-anak usia
balita bahkan sekolah dasar pada dasarnya masih perlu belum memahami pentingnya
gaya rambut. Oleh karenanya masih jarang barbershop yang secara khusus membidik
segmen anak-anak. Bahkan terkadang, mereka dijadikan kelinci percobaan oleh
para orangtua mereka yang masih pemula untuk mencukur rambut. Apalagi anak
perempuan biasanya ibunya sangat peduli dengan rambut anak sehingga ‘merawat’
sendiri. Saya dan adik-adik saya pernah mengalami masa-masa itu.
![]() |
| Potong rambut khusus anak perempuan masih jarang |
![]() |
| Potong rambut anak-anak masih belum banyak disentuh |
Bahkan,
pada masa-masa sekolah, para murid berambut panjang selalu memiliki alasan
bahwa mereka tak ada waktu untuk memangkas rambut mereka—meski sebenarnya itu
alasan klise. Namun, para sekolah pun tidak semuanya memiliki link tukang
cukur professional yang bisa mereka panggil untuk mencukur murid-murid
tersebut.
Bukan
berarti pasarnya tak ada. Jika kita lihat data dari google keyword player
(aplikasi pencari data di search engine google) query tentang pencarian
barbershop (tukang cukur) online cukup ada.
Pencarian untuk Tukang Cukup bisa mencapai 1000 - 10 ribu pencari setiap bulannya.
Pencarian untuk Tukang Cukup bisa mencapai 1000 - 10 ribu pencari setiap bulannya.
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
![]() |
| Data diambil dari Google Keyword Planner, pada 23/11/2016, pukul 11.08 WIB |
Oleh
karenanya, semua permasalahan in bisa kita selesaikan melalui perantara
teknologi.
/4/
MARKET VALIDATION
Adapun peluang barbershop online sebenarnya sudah ditangkap oleh beberapa pelaku usaha. Diantaranya adalah Nikasius Dirgayahu.
Menurutnya ada beberapa kelebihan barbershop online dibandingkan dengan barbershop konvensional. Seperti yang diulas di Detikfinance, pada 01/04/2016. Berita selengkapnya: KLIK DISINI
"Jadi saya barber online jadi delivery dateng ke rumah, ke kantor, apartemen, ke mana saja, saya yang nyamperin, kan kalau di sini orang datang ke pangkas rambut cuma potong, habis itu pulang 15 menit selesai, nah kalau saya karena jualan jasa ya sambil ngobrol, konsepnya lebih santai, jadi orang nggak cuma potong rambut selesai," kata Nikasius, pemilik The Barbership, saat menghadiri acara Young Entrepreneur-StartUp Opportunity & Challenge 2016, di Citra Tower, Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Hasilnya pun fantastis. Dari semula Nick hanya bermodalkan Rp. 2 Juta, saat ini dia sudah mengantongi omset sekitar 15-25 Juta/Bulan. Sebuah angka yang besar untuk industri jasa seperti ini.
Berikut adalah beberapa report di media tentang Nick Barberhip.
bahkan, constumer Nick ini tak tanggung-tanggung. Artis-artis papan atas seperti Raffi Ahmad dan Adipati Dolken menggunakan jasanya.
Oleh karenanya, sangat jelas bahwa barbership online memiliki market yang nyata di lapangan. Meski begitu, nampaknya usaha ini hanya dilakukan sendirian oleh Nick Barbership. Dia berperan sebagai barbermen-nya, bukan sebagai koordinator bagi para barbermen lain. Sehingga hal ini tidak mem-booming.
Nah, disinilah celah yang bisa dimanfaatkan oleh kehadiran startup ini.
/5/
Sebuah Startup yang baik tentunya harus memiliki konsep bisnis yang jelas dan detail. Selain untuk mendukung profesionalitas, hal ini pun bisa mendukung keberlangsungan dari bisnis startup ini. Adapun, beberapa konsep bisnis yang ditawarkan antara lain:
/4/
MARKET VALIDATION
Adapun peluang barbershop online sebenarnya sudah ditangkap oleh beberapa pelaku usaha. Diantaranya adalah Nikasius Dirgayahu.
Menurutnya ada beberapa kelebihan barbershop online dibandingkan dengan barbershop konvensional. Seperti yang diulas di Detikfinance, pada 01/04/2016. Berita selengkapnya: KLIK DISINI
"Jadi saya barber online jadi delivery dateng ke rumah, ke kantor, apartemen, ke mana saja, saya yang nyamperin, kan kalau di sini orang datang ke pangkas rambut cuma potong, habis itu pulang 15 menit selesai, nah kalau saya karena jualan jasa ya sambil ngobrol, konsepnya lebih santai, jadi orang nggak cuma potong rambut selesai," kata Nikasius, pemilik The Barbership, saat menghadiri acara Young Entrepreneur-StartUp Opportunity & Challenge 2016, di Citra Tower, Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Hasilnya pun fantastis. Dari semula Nick hanya bermodalkan Rp. 2 Juta, saat ini dia sudah mengantongi omset sekitar 15-25 Juta/Bulan. Sebuah angka yang besar untuk industri jasa seperti ini.
Berikut adalah beberapa report di media tentang Nick Barberhip.
![]() |
| Berita selengkapnya bisa klik disini. |
![]() |
| Berita selengkapnya bisa klik disini |
![]() |
| Video selengkapnya bisa ditonton disini |
bahkan, constumer Nick ini tak tanggung-tanggung. Artis-artis papan atas seperti Raffi Ahmad dan Adipati Dolken menggunakan jasanya.
![]() |
| Nick dan Raffi Ahmad. Sumber: merdeka.com |
![]() |
| Nick dan Adipati Dolken. Sumber: merdeka.com |
Nah, disinilah celah yang bisa dimanfaatkan oleh kehadiran startup ini.
/5/
Solusinya: BarberGo!
Pertama, Bagi para barberman, mereka bisa
menampilkan profesionalitas dan spesialisasi keahilan mereka dalam model
ataupun segmen tertentu. Mereka telah difasilitasi oleh satu aplikasi untuk
memperlihatkan portofolio karya potongan rambut mereka, juga tentunya disertai
dengan komentar dan testimony dari para pelanggan. Tentunya, ini akan sangat
meningkatkan public trust sehingga
mereka bisa mendapatkan costumer lebih banyak. Maka, rejeki yang mereka
dapatkan (insya Allah) lebih banyak.
Kedua, bagi para costumer mereka bisa memiliki
banyak referensi barberman beserta seleranya. Mereka bisa memilih model rambut
yang mereka inginkan, bukan lagi secara klise pastinya karena mereka langsung
memilih gambar model rambut tertentu. Costumer bisa memilih barberman mana yang
paling otoritatif untuk model rambut yang dia inginkan. Tentunya, untuk
menghemat waktu dan menimalisasi untuk mobilisasi keluar, mereka diuntungkan
karena bisa mengatur waktunya sendiri ketika longgar, tidak perlu
berantri-antri di barbershop.
/6/
Saya
tidak akan membahas begitu detail tentang hal ini. Paling tidak secara
sederhana bisa kita gambarkan model aplikasi dan fitur yang ada di BarberGO!
Pertama, Model aplikasi ini berupa aplikasi
mobile. Referensi terbaik adalah aplikasi Go-Jek.
Kedua, Beberapa fitur yang ada di dalamnya
adalah fitur pesan dan service apa saja yang dibutuhkan—untuk saat ini hanya
pemotongan dan creambath saja, profil barberman, rating barberman, serta model
pembayaran. (Beberapa fitur masih dalam konsep)
Ketiga, disediakan semacam marketplace untuk
alat-alat dan produk perawatan rambut, seperti pomade, minyak rambut, dan
sebagainya.
/7/
Businessplan BarberGo!
Businessplan BarberGo!
Sebuah Startup yang baik tentunya harus memiliki konsep bisnis yang jelas dan detail. Selain untuk mendukung profesionalitas, hal ini pun bisa mendukung keberlangsungan dari bisnis startup ini. Adapun, beberapa konsep bisnis yang ditawarkan antara lain:
![]() |
| Profit Sharing |
Pertama, profit sharing. Sebagimana pada umumnya,
profit sharing ini perusahaan mengambil berapa persen bagian dari keuntungan
service yang diberikan oleh costumer. Selain harga untuk jasa potong rambut,
harga yang diambil pun dari perkilometer jarak antara si barberman dengan
costumer. Adapun untuk awal-awal BarberGo! Mengambil konsep 80:20 untuk profit
sharing.
Kedua, Marketplace alat-alat perawatan rambut. Bagaimanapun,
rambut termasuk bagian tubuh yang wajib memiliki perawatan cukup detail. Oleh
karenanya, banyak sekali perawatan rambut, baik shampoo maupun cream rambut.
Nah, untuk barang-barang yang cukup langka seperti pomade, wig rambut, dan mungkin barang-barang
impor lainnya bisa disediakan di marketplace barberGo! Konsep bisnisnya bisa
dilakukan secara partnership ataupun kita bertindak langsung sebagai retail.
Ketiga, kerjasama sponsorship dengan perusahaan
minyak rambut dan shampoo. Mereka kita berikan space untuk iklan di aplikasi
kita, lalu mereka berkewajiban untuk membayar sejumlah uang kepada kita. Seperti
kita ketahui, produk-produk shampoo dan minyak rambut memiliki budget iklan
yang cukup besar, terbukti dengan setiap channel televise pasti ada iklan shampoo
dari berbagai merk shampoo—berlaku juga buat minyak rambut. Apalagi mereka
iklan pada aplikasi kita yang memiliki market yang sama dengan mereka. Karena
selama ini iklan shampoo hanya menumpang di situs sepakbola, acara televise tentang
remaja yang tidak berhubungan dengan produk mereka. Pasti mereka berani memberi
harga yang professional.
/8/
TANTANGAN UTAMA: REPLIKASI
IDE
Menurut
saya, tantangan utama dari dibangunnya startup BarberGO! adalah replikasi ide.
Maksudnya, bisa saja perusahaan startup yang sudah besar yang konsep model
aplikasi startupnya beririsan dengan BarberGO! bisa mereplikasi idenya lalu
mengembangkan aplikasi lebih massif.
Contoh
paling konkret adalah aplikasi Go-Food Gojek yang secara tidak langsung ‘mengubur’
Food Panda karena memiliki irisan model aplikasi yang cukup sama. Ini pun bisa
dilakukan oleh Go-Jek kepada BarberGO! nantinya. Mereka saat ini memiliki Go-Massage (untuk pijat panggilan) dan Go Glam (untuk perawatan/make-up wanita). Maka, mereka bisa saja dengan mudah menciptakan
aplikasi Go-Cut atau GO-Cukur yang tentunya beririsan dengan BarberGo! Loyalitas
mereka akan terganggu, bila tarif yang dipasang oleh perusahaan barbershop online lain lebih tinggi.
Oleh
karenanya, BarberGO! harus memiliki keunggulan komparatif. Untuk sementara,
keunggulan komparatif yang ditonjolkan adalah loyalitas dari costumer karena
spesialisasi kami dalam urusan potong rambut. Kemudian tentunya didukung dengan marketshare yang cukup luas dan cepat sehingga kompetitor akan malas untuk bergerak. Sebagaimana Go-Jek yang masih
belum sepenuhnya bisa menggantikan jasa pemesanan tiket (Raja Tiket, dsb) meski sudah ada aplikasi Go-Tix. Semoga pada forum-forum
workshop, hackaton, dan lainnya, kami bisa menerima pitching yang membangun
kami untuk bisa memberi keunggulan komparatif pada startup kami.
Juga
tantangan selanjutnya bisa saja terjadi gesekan antara ‘barberman konvensional’
vs ‘barberman online’ seperti terjadi pada Go-Jek dan Uber. Namun, menurut saya
hal ini akan sangat minim terjadi karena barberman tidak wajib menggunakan
atribut tertentu pada saat di Jalan raya sehingga tidak mudah dikenali. Mereka hanya
wajib memakai atribut pada saat mencukur di tempat.
/9/
Penutup
/9/
Penutup
![]() |
| Sudah memasuki tahap Networking dan Workshop (Semarang) |
Berikut
tadi adalah gambaran sederhana dari startup BarberGo! yang akan kami ajukan
pada program #1000startup ini. Kami berharap tentunya masukan serta saran dari
para mentor yang berpengalaman agar startup kami ini bisa berkembang dan
membantu banyak orang. Sekian. Terimakasih.













































0 comments:
Post a Comment