Oleh : Irfan Ansori*
*Peserta Ignition Gerakan Nasional 1000Startup di Semarang
By
the way, entah kenapa
kalimat Simon Sinek ini terngiang-ngiang dalam memori saya. Saking anehnya,
seusai acara ignition (12/11), saya
langsung melahap habis buku Simon Sinek itu.
Saya akui, sihir Mbak Alamanda Shantika dalam materi Social Impact and Disruptive Information telah berhasil memperdaya.
Sejak itu, saya bulatkan tekad: SAYA SIAP MENJADI FOUNDER STARTUP!
 |
| Ini yang namanya Mbak Alamanda Santika, udah resign dari Gojek, katanya mau ngejar mimpi jadi Menteri Pendidikan.. Bocoran: Pas ngisi materi kemarin, semua peserta kaya tersihir sama mbak satu ini. Bayangin aja! Dari 400 peserta, satu ruangan gak ada yang ngomong2 sendiri saking kerennya abisnya doi presentasi. (Sumber: Facebook 1000StartupDigital ) |
Jujur, saya berangkat Ignition dengan segudang imajinasi—lebih
tepatnya ide-ide ‘brilian’. Tapi, pada sesi pertama saja, saya langsung mendapatkan
Hook dari Bung Yansen Kamto (Kibar) di Sesi Enterprenurial Mindset: Ide itu
bukan asumsi, tapi validasi! #Jleb…..
Asumsi itu membunuh. Kesalahan fatal para startup pemula adalah membangun
startup dengan asumsi. Ya, asumsi bro!
Sekali lagi, asumsi itu membunuh.
 |
| Sesi "Entrepreneurial Mindset" yang akan membahas bagaimana mindset yang harus dimiliki seorang entrepreneur dan bagaimana cara membangun mindset tersebut. Yansen Kamto (CEO, KIBAR) akan ngobrolin mindset ditemani Anindita Larasati.(Sumber: Facebook 1000StartupDigital ) |
Saya kemudian mengaduk-aduk imajinasi dan
nalar. Kenapa? Ya, why should I do this?
Do my idea solve a real problem? Or my
imagination problem? Ya, Pada sesi Think Like a Founder, Founder Reblood, Leonika Sari—seumuran, tapi saya salut pola
pikirnya sudah sangat matang—jawaban-jawaban dari pertanyaan tadi, something very useful dalam perjalanan
membangun startup. Saat kamu mulai frustasi dengan permasalahan bahkan
ditinggalkan partner, please you come
back! Why should I do this? Ini
semua akan menjadi obat super manjur.
 |
| Ini Namanya Mbak Leonika Sari, Founder Reblood (Tengah). Sebelah kanan itu Mas Ilik SAS (CEO Jaringan Rumah Usaha), Moderatornya (Kiri) Ghifari Ismail, CEO Skebbook.com. (Info: ngakunya pas ngisi materi mbak Leo masih Jomblo. Tau aja nih si Mbak, kita udah jadi Jones bertahun-tahun) #Oppertunity don't come twice. hehe (Sumber: Facebook 1000StartupDigital ) |
It’s
OK! Setelah saya
menemukan Why, tahap selanjutnya menemukan
HOW! Meski sesi Ignition—menurut saya—lebih bertujuan untuk menemukan WHY, dari lima sesi mungkin sesi ke-4
dan ke-5 membahas hal ini. Dalam Bold,
Bright, and Brave: Stories of Building Dreams oleh Mas Bima Said (Chief
Editor Goal.com Asia Pasifik) memberi suntikan motivasi berharga untuk saya.
Ya, secara latar belakang, beliau adalah lulusan Teknik Sipil. It means, kagak nyambung bro! But
that’s the point.
 |
| Bima Said, Chief Editor Goal.com. Buat Cowok2 kaya saya penggembar bola pasti gak aneh sama situs bola itu. Yah, ini dia yang megang. Pas akhir sesi, saya sempat ngobrol. Katanya, dia Manchunian Bos. Fans MU. Tapi ya gimanapun, berita harus berimbang. MU imbang lawan Arsenal ya harus ditulis imbang. hehe. Info gak penting: saya fansnya Intermilan. hehe (Sumber: Facebook 1000StartupDigital ) |
Saya yakin, sebagai mahasiswa Ekonomi
Syariah pun pasti bisa berbicara banyak di dunia Startup. Paling tidak, ilmu
bisnis yang miliki bisa applied untuk
Startup. Dengan prinsip manajemen: distribution
of Job, saya bisa menyelesaikan problem Coding
dengan meng-hire expert di bidang
itu, selanjutnya seperti dilakukan mas Bima Said, kita perkuat Tim untuk saling
mendukung.
Selanjutnya, saya pun kembali diberi
suntikan energy dari sesi Collaborete to
Create Inovation. Materi ini juga memberi
gambaran tentang HOW. Saya sudah tahu
lama Mas Andi Taru, CEO Educa Studio. Selain aplikasinya banyak bertebaran di Playstore, banyak pula blog/website
(DailySocial, Technesia, TeknoJurnal) membahasnya. Secara jarak, saya (Solo)
hanya satu Jam ke tempat Mas Andi (Salatiga).
 |
| Beberapa aplikasi buatan dari Educa Studio di Playstore. Ngeri2 Jumlah downloadnya. Mudah2an aplikasi2 saya juga bisa sesukses ini. Amiien.. (Sumber: Googleplay) |
Mas Andi membangun Educa Studio dari Nol.
Berawal dari tugas akhir kuliah membuat games pendidikan, mas Andi merasa
idenya tervalidasi. Dia bertekad menyulap idenya untuk menjadi startup professional.
Awal mula, mas Andi kesulitan, karena hanya memiliki satu karyawan: istri—sama-sama
programmer lagi. Akhirnya, sering ‘padu’.
Solusinya: job distrubition. Andi
fokus Coding, Istri fokus Quality Control. Kolaborasi ini pun
berhasil. Educa Studio kini menjadi developer games paling berhasil di
Indonesia dengan Jumlah (kurang lebih) 20 Juta downloads—tentu saat ini kolaborasi dengan karyawan yang lebih
banyak.
Sorry, beberapa pemateri tidak saya ulas, because limited. Committee ask not more than 500 Words. Saya pun punya
alasan menyajikan tulisan ini secara naratif. I think, orang-orang startup butuh orang yang mampu menyajikan that somethink different and out of the box.
Semoga kita bisa sama-sama berkolaborasi pada sesi selanjutnya. See you at the top! #100StartupDigital
THIS IS ME......
 |
| Ini penampakan saya pas Kemarin ikut Ignition. hehe.. (Maklum kamera Smartf**n agak burem jadinya) Bisa kontak saya di Facebook: Irfan Ansori. |
Note: Kalau mau sharing dengan saya tentang Startup atau Blogging, Please Comment below!
0 comments:
Post a Comment